Anggota DPRD Komisi A Sebut Perlunya Pembaruan Armada Damkar Kota Malang untuk Gedung Tinggi dan Permukiman Padat,
Malang Raya

Sehari Tiga Kali Turun Tangan, Damkar Kota Malang Padamkan Rumah, Lahan, hingga Kawasan Jembatan Sulfat

Horizonmalang.com – Kamis, 17 September 2026, menjadi hari yang menguras tenaga bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim harus menangani tiga kejadian kebakaran di lokasi yang berbeda-beda.

Kejadian pertama dilaporkan pukul 11.34 WIB oleh warga bernama Abdul Hafidz. Sebuah rumah di Jalan Danau Semayang VII E2 C10, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, terbakar. Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan, dalam penanganan di Sawojajar tersebut, sebanyak 13 personel dan 3 unit mobil pemadam diterjunkan.

“Tim tiba dilokasi sekitar pukul 11:47 WIB, kebakaran itu menghanguskan area seluas 76 meter persegi milik Anita Desi. Api diduga berasal dari korsleting listrik,” ucap Pandu, dalam keterangan tertulisnya.

Dalam peristiwa tersebut, lanjut Pandu, untuk lerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

“Operasi pemadaman dan pendinginan selesai sepenuhnya pada pukul 12:18 WIB tanpa adanya korban jiwa,” jelasnya.

Belum lama berselang, laporan kedua masuk pada pukul 12:46 WIB. Kali ini, kebakaran melanda lahan kosong seluas 3.000 meter persegi di Jalan Kadaka Nomor 13, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, yang dilaporkan oleh RM Falah.

“Kalau lahan itu, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh tindakan oknum tidak dikenal. Mengingat luasnya area terdampak, UPT Damkar mengerahkan kekuatan lebih besar, yakni 16 personel dan 5 unit mobil pemadam,” terangnya.

Baca Juga:

Pemisahan Damkar dari Satpol PP oleh Pemkot Malang, Ini Kata Anggota Komisi A DPRD

Untuk menangani kebakaran hutan di Jalan Kadaka Nomor 13, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru tersebut, Pandu menegaskan, bahwa petugas menghabiskan pasokan air sebanyak 40.000 liter dan dibantu oleh unsur pendukung mulai dari Redkar, J99, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pihak Kelurahan Jatimulyo.

“Di operasi pembasahan kebakaran lahan itu, memakan waktu sekitar 90 menit dan selesai pada pukul 14:32 WIB dengan estimasi kerugian material mencapai Rp30 juta,” tegasnya.

Sedangkan, tambah Pandu, rangkaian penanganan maraton UPT Damkar Kota Malang pada hari itu ditutup dengan penanganan kejadian ketiga, yakni peristiwa kebakaran lahan yang berlokasi di sekitar kawasan Jembatan Sulfat.

“Seluruh rangkaian operasi pemadaman itu berjalan dengan lancar. Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap instalasi listrik di dalam rumah, maupun menghindari pembakaran sampah sembarangan di lahan kosong yang berisiko memicu kebakaran besar,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *